Home / berita umum / Anak Tak Divaksin Saat Sekolah, Orangtua Jerman Bisa Didenda Rp 38 Juta

Anak Tak Divaksin Saat Sekolah, Orangtua Jerman Bisa Didenda Rp 38 Juta

Anak Tak Divaksin Saat Sekolah, Orangtua Jerman Bisa Didenda Rp 38 Juta – Pemerintah Jerman mengatakan suport pada perancangan undang-undang (RUU) yang mengharuskan semua anak untuk divaksin sebelum mendaftarkan masuk sekolah atau taman kanak-kanak (TK). Pelanggaran pada ketentuan ini dapat berbuntut hukuman denda sebesar 2.500 Euro atau sama dengan Rp 38,6 juta buat orang-tua.

Seperti dikutip CNN, Kamis (18/7/2019), walau pemerintah sudah menyetujuinya, RUU harus vaksin ini harus di setujui oleh parlemen Jerman. Ketentuan hukum ini dengan spesial mengendalikan masalah vaksin campak.

Dibawah ketentuan hukum ini, tiap orang-tua diharuskan tunjukkan bukti jika anak mereka telah divaksin sebelum mendaftarkan untuk masuk sekolah. Bila orang-tua tidak berhasil tunjukkan bukti itu, karena itu hukuman denda maximum 2.500 Euro menunggu mereka.

“Apa di Taman Kanak-kanak (TK), di tempat untuk menitipkan anak atau di sekolah — kita ingin membuat perlindungan semua beberapa anak dari infeksi campak,” ucap Menteri Kesehatan Jerman, Jens Spahn, dalam pengakuannya.

Ketentuan hukum ini diserahkan waktu Jerman dirundung masalah campak paling tinggi di Eropa di antara Maret 2018 sampai Februari 2019, yaitu sampai 651 masalah. Angka itu didasarkan atas data Pusat Mencegah serta Pengaturan Penyakit di Eropa.

Untuk tahun 2019, Kementerian Kesehatan Jerman mengatakan seputar 429 masalah campak sudah tertera di Jerman sampai pertengahan Juni kemarin. Angka ini tunjukkan jika masalah campak makin mencemaskan di Jerman.

Campak termasuk penyakit menyebar yang dikarenakan oleh virus yang dapat menebar melalui udara waktu orang yang terinfeksi campak batuk-batuk atau bersin. Penyakit ini dapat juga menyebar bila satu orang lakukan kontak langsung atau beberapa kuman dengan menyebutkan objek atau permukaan yang sama. Tanda-tanda campak diantaranya demam, batuk, hidup beringus, mata berair serta ada bintik-bintik merah.

Diperlukan dua dosis vaksin membuat perlindungan diri dari campak. Laporan Tubuh Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, seputar 97 % beberapa anak di Jerman sudah mendapatkan vaksin dosis pertama, tetapi persentasenya alami penurunan untuk dosis ke-2 jadi cuma 93 %. Beberapa pakar menyebutkan 95 % dari warga harus divaksin supaya lingkungan jadi kebal dari penyakit.

Timbulnya wabah campak diadukan meluas di dunia, baik di beberapa negara maju seperti di Amerika Serikat serta negara Eropa yang lain, atau negara berkembang di Asia serta Afrika. Umumnya dipacu oleh kecemasan tidak beralasan serta minimnya akses pada vaksin. Beberapa analisis sudah menyanggah klaim jika vaksin campak pada anak dapat menyebabkan autisme.

Dibawah ketentuan hukum yang nanti akan diresmikan di Jerman, tiap orang-tua harus tunjukkan sertifikat sah yang tunjukkan beberapa anak mereka sudah terima vaksin dua dosis. Kementerian Kesehatan Jerman memperjelas jika tiap anak yang tidak divaksin akan dilarang masuk sekolah serta TK.

WHO mengkategorikan kebimbangan pada vaksin, baik keengganan atau penampikan vaksin walau vaksin itu ada, jadi satu dari 10 intimidasi kesehatan global tahun 2019.

About penulis77