Home / internasional / AS Sudah Bertindak Sabotase Pada Ke-2 Tanker Di Teluk Oman

AS Sudah Bertindak Sabotase Pada Ke-2 Tanker Di Teluk Oman

AS Sudah Bertindak Sabotase Pada Ke-2 Tanker Di Teluk Oman – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo, mengatakan sedang memperhitungkan mengerahkan kemampuan militer berkaitan serangan pada kapal tanker di Teluk Oman. AS serta sekutunya, Arab Saudi, menuduh Iran ada dibalik momen itu.

“Tentunya (pilihan militer). AS sedang memperhitungkan beberapa pilihan. Kami sudah memberikan pengarahan pada presiden seringkali, kami selalu memberikan info padanya. Kami meyakini jika kami bisa ambil rangkaian aksi mencegah yang disebut misi kami,” kata Pompeo, Senin (17/6).

Pompeo membetulkan jika bidang militer akan dilibatkan dalam rangkaian aksi AS itu. Ini sesuai Undang-Undang Basic AS, Masalah I yang memberi kuasa pada Kongres untuk mengatakan perang, sesaat menurut Masalah II, presiden mendapatkan kuasa untuk mengarahkan perang, yang disebutkan Panglima Angkatan Bersenjata Presiden.

Namun, Pompeo mengatakan Presiden Donald Trump menampik terdapatnya perang antara ke-2 negara.

“Presiden akan memperhitungkan semua yang butuh kita melakukan untuk pastikan, kan? Tetapi apa yang presiden sebutkan? Kami tidak mau Iran memperoleh senjata nuklir. Presiden Trump sudah menjelaskan dengan jelas, dia tidak mau berperang,” lebih Pompeo.

Dia memperjelas, “Presiden Trump sudah lakukan semua yang dia dapat untuk menghindarkan peperangan. Kami tidak mau ada perang. Kami telah lakukan yang kami dapat untuk mencegahnya. Rakyat Iran harus pahami dengan jelas jika kami selalu ambil langkah yang menahan Iran terjebak dalam tingkah laku seperti ini.”

Trump awalnya sudah sempat menuduh Iran yang sudah lakukan serangan pada dua tanker punya Norwegia serta Jepang di Teluk Oman.

“Kita akan lihat apa yang akan berlangsung. Kami begitu keras pada pemberian sangsi. Kita akan lihat bagaimanakah cara menghentikannya (serangan),” tegas Trump.

Pompeo mempersalahkan Iran atas kejadian yang berlangsung. Dia memperjelas jika Iran “dengan jelas” sudah lakukan serangan itu dengan niatan supaya tidak ada yang melalui jalan perairan itu.

Komentar Pompeo ini dilemparkan saat kemelut bertambah di perairan Timur Tengah, dimana dua kapal tanker Norwegia serta Jepang terserang ledakan di dekat Selat Hormuz yang disebut rute pelayaran penting. AS menyangka Iran yang sudah memprakarsai serangan itu.

AS sempat juga meluncurkan rekaman video yang tunjukkan kapal patroli Iran melepas ranjau yang tidak berhasil meledak dari satu diantara lambung kapal. Selain itu, ledakan yang menyebabkan kebakaran di satu diantara kapal masih juga dalam penyidikan.

Iran menyanggah semua tuduhan AS itu. Ketua Parlemen Iran, Ali Larijani, menjelaskan AS mungkin sudah bertindak sabotase pada ke-2 tanker di Teluk Oman dan mengkambinghitamkan Iran dan mendesak faksinya.

Larijani mencela perkataan Pompeo yang menekan Iran untuk “wujudkan diplomasi dengan diplomasi.”

“Apa ini diplomasi untuk mengawali pertempuran dengan negara revolusioner dengan tindakan terorisme ekonomi, [sanksi ekonomi] dimana mereka sendiri mengatakan paling susah? Apa ini diplomasi, Pompeo, untuk memungkiri janji satu orang dalam kesepakatan nuklir?” tutur Larijani.

Menurut kantor berita Tasnim, Iran sendiri akan keluarkan info penting berkaitan penarikan diri mereka dari kesepakatan nuklir Iran (JCPOA) di hari ini.

Kejadian ini ikut mengundang perhatian internasional salah satunya Menteri Pertahanan Inggris, Tobias Ellwood. Ellwood menjelaskan jika dianya pahami akan Iran yang sedih pada kesepakatan nuklir, tapi itu tidak bermakna Iran memiliki hak menyerang kapal tanker itu.

Kementerian Luar Negeri Inggris menjelaskan Garda Revolusi Iran (IRGC) “hampir tentu” adalah dalang di balik serangan ini.

Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, ikut mempersalahkan Iran atas kejadian serangan kapal itu. Dianya menyarankan komune internasional untuk berlaku tegas pada rezim Iran yang disangka memberi dukungan terorisme.

About penulis77