Home / Uncategorized / Kedua Pencopet Ditangkap Polisi Dijalan Perempatan Pasar Jetis Salatiga

Kedua Pencopet Ditangkap Polisi Dijalan Perempatan Pasar Jetis Salatiga

Kedua Pencopet Ditangkap Polisi Dijalan Perempatan Pasar Jetis Salatiga  РDua orang copet diringkus petugas kepolisian yang tengah berjaga mengatur arus jalan raya sesudah tertangkap tangan mencopet dompet punya Evi Samsiyati (60) warga Singojayan, Tingkir Tengah, Tingkir, Salatiga di angkutan umum jurusan Salatiga-Ungaran di lokasi perempatan Pasar Jetis, Salatiga, Kamis (26/10/2017) jam 07. 00 WIB.

Ke-2 copet itu yaitu SW (49) warga Desa Bonyokan, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten serta ES (32) warga Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. Saat ini keduanya ditahan di Mapolres Salatiga serta masalah ini dalam sistem penyidikan.

Info yang dikumpulkan wartawan mengatakan, penangkapan ke-2 copet ini bermula saat korban melancong dengan menumpang angkutan umum jurusan Salatiga-Ungaran. Dalam perjalanan, persisnya dimuka SPBU Pasar Sapi, angkutan umum yang dinaiki korban menambah dua orang penumpang lelaki. Satu orang segera duduk di belakang korban serta satu orang yang lain duduk di samping kiri korban.

Sesudah ke-2 penumpang itu naik, sopir angkutan umum kembali meneruskan perjalanan. Sesampainya di Perempatan Pasar Jetis, korban memohon sopir untuk menepi serta hentikan laju mobil karena dianya akan turun.

Saat korban mengambil langkah ke pintu mobil, penumpang yang duduk di samping kiri korban segera menghambat. Tidak pelak, korban juga kesusahan untuk turun dari angkutan umum yang ditumpanginya. Peluang itu dipakai aktor yang duduk di belakang untuk ambil dompet yang berada di dalam tas korban.

Tetapi korban ketahui tindakan aktor serta segera berteriak minta tolong. Ipda Witono serta dua anggota Polres Salatiga yang lain mendengar teriakan korban serta segera membekuk ke-2 copet itu. Setelah itu ke-2 penjahat itu digelandang ke Mapolres Salatiga.

Kapolres Salatiga AKBP Yimmy Kurniawan menerangkan, modus operandi yang dipakai tersangka dalam memperlancar aksinya yaitu berpura-pura jadi penumpang. Saat ada penumpang yang akan turun, satu diantara aktor menghambat pintu keluar mobil (angkutan umum) . Sedang aktor yang lain yang bertugas ambil dompet atau barang bernilai sasaran operasi mereka.

” Perbuatan ke-2 aktor tidak mematuhi Pasal 363 KUHPidana. Mereka terancam hukuman pidana maksimum 7 th. penjara, ” kata Kapolres

About