Home / kebudayaan / Masih Minim Perhatian Untuk Pelestarian Pusaka

Masih Minim Perhatian Untuk Pelestarian Pusaka

Pada umumnya, benda pusaka memang selalu dirawat dan dilestarikan oleh pemiliknya maupun masyarakat pada umumnya. Namun, di negara Indonesia saat ini budaya untuk melestarikan benda pusaka semakin terkikis akibat zaman yang semakin modern. Tak hanya omongan belaka, karena hal ini memakai bukti yang berbasis data bahwa semakin sedikitnya orang yang mau melestarikan benda pusaka.

Terhitung hanya 54 dari 514 atau satu dari 10 kabupaten dan kota tergabung dalam Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI). Hal ini menunjukkan kalau sedikitnya perhatian kepada pelestarian benda pusaka. Pusaka yang terdiri dari monumen serta bangunan sejarah, lanskap atau alam, budaya, dan juga monumen-alam-budaya atau biasa disebut dengan saujana. Setiap kabupaten atau kota di Indonesia disinyalir punya sejumlah benda pusaka yang harus dilestarikan, dibanggakan, serta mampu menjadi sumber inspirasi bagi kehidupan masyarakatnya

”Pusaka menunjukkan sebuah karakter, jati diri, serta peradaban masyarakat terkait,” ujar Hashim Sujono Djojohadikusumo selaku Ketua Dewan Pembina Badan Pelestarian Pusaka Indonesia di sesi jumpa pers di saat acara Temu Kota Pusaka 2015, di Balai Kota Bogor, hari Sabtu akhir pekan lalu.

Baru ada 54 daerah yang termasuk dalam JKPI membuktikan kemiminamn yang telah sadar dan mau ikut melestarikan pusaka. Tapi, komitmen pelestarian oleh pemerintah, ujar Hashim, harus terus-menerus dituntu. ”Perhatian dari pemerintah masih minim, namun harus selalu ditagih,” tambahnya.

About admin