Home / kriminal / Narkoba Ini Datang Dari Cina

Narkoba Ini Datang Dari Cina

Narkoba Ini Datang Dari Cina – Polisi menangkap anggota sindikat pengedar narkoba type sabu-sabu di Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara. Sejumlah 300 kg sabu-sabu diambil alih jadi tanda bukti. “Narkoba ini datang dari Cina, ” kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Mabes Polri Brigadir Jenderal Eko Daniyanto, Kantor Tubuh Narkotika Nasional, Cawang, Jakarta Timur, Kamis, 27 Juli 2017.

Eko menyebutkan, info pengiriman sabu-sabu itu telah didapat sekian hari terlebih dulu. Polisi lalu mengatur taktik untuk membekuk beberapa aktor. “Anggota di lapangan menyamar, satu diantaranya ada sebagai porter, ” tuturnya.

Dengan detil Eko menerangkan, sabu-sabu itu disembunyikan dalam shoe polishing machine (mesin pemoles sepatu) serta di kirim memakai layanan ekspedisi. Karenanya polisi telah bekerja sama juga dengan perusahaan ekpedisi itu. “Tepat jam 03. 00 (Rabu lantas) seseorang tersangka bernama Supandi masuk ke kantor ekspedisi untuk tanda tangan penerimaan barang, ” kata Eko.

Tidak berapakah lama, barang diangkut dengan truk Isuzu Elf putih bernomor polisi B 9608 BN. Waktu itu polisi sesungguhnya dapat meringkus beberapa aktor. Tetapi aksi itu urung dikerjakan dengan pertimbangan menghormati perusahaan ekpedisi yang bersedia bekerja bersama. “Akhirnya penangkapan disetujui dimuka Harta benda Emporium Pluit, Penjaringan, yang jaraknya sekitaran satu kilometer” kata Eko.

Sesudah truk keluar dari gudang ekpedisi, polisi tetaplah membuntuti. Sedang beberapa anggota sekali lagi bersiaga dimuka Harta benda Emporium. Sekitaran jam 05. 00 truk melintas ditempat itu. Polisi bergerak untuk hentikan kendaraan itu. Tersangka yaitu Supandi dengan kata lain Adi serta seseorang warga negara Taiwan, Khe Huan Hong, diringkus tanpa ada perlawanan. Sedang sopir truk, Heru Himawan, turut dibawa untuk jadikan saksi. “Delapan koli shoe polishing machine diambil alih. Berisi sabu dengan berat kotor 281, 6 kg, ” tutur Eko.

Berdasar pada info tersangka di ketahui, barang haram itu awal mulanya juga akan dibawa ke Sedayu Square Blok C Nomor 10, Cengkareng, Jakarta Barat. Tetapi dalam perjalanan, mereka merubah gagasan. Barang juga akan di turunkan di perumahan Pluit Karang Cantik Blok D3 Selatan Nomor 16, Penjaringan, Jakarta Utara.

Dengan bekal info itu, polisi membawa Khe Huan Hong ke Sedayu Square Cengkareng. “Diduga masih tetap ada sekali lagi barang disana, ” tutur Eko. “Dugaan ini semakin kuat dengan terdapatnya catatan pengiriman sejumlah enam kali dari bulan Januari hingga Juli. ”

Waktu tiba di tempat, Khe Huan Hong buat tingkah. Dia berbalik serta berupaya merebut senjata polisi yang mengawal. Mujur polisi yang terserang itu sigap. Walau jatuh karna di dorong Khe Huan Hong, polisi itu dapat menjaga senjatanya. Setelah itu terdengar nada tembakan serta pria asal Taiwan itu terpuruk diterjang peluru.

Dari Sedayu Square Cengkareng, polisi mengambil alih sabu-sabu lebih dari 18 kg. Disangka sampai kini tempat itu jadikan gudang untuk mengemas ulang sabu yang baru datang dari Cina. “Ditemukan plastik baru dan packing sabu yang diketemukan juga sudah rusakm” kata Eko. “Dengan paket yang baru itu jadi nilai barang jadi tinggi kembali. ”

Eko mengungkap jaringan ini dikendalikan oleh Warga Negara Taiwan. Mereka beli sabu-sabu pada produsen di Tiongkok. Barang itu di kirim ke Indonesia lewat Malaysia. Diprediksikan harga sabu di Cina cuma Rp 60- 100 juta per kg. Di Malaysia itu harga nya naik jadi Rp 200-300 juta per kg. “Begitu masuk ke Indonesia melonjak jadi Rp 800 juta hingga Rp 1 miliar untuk satu kg, ” tuturnya.

About admin