Home / berita umum / Reklame Ilegal Di Tertibkan

Reklame Ilegal Di Tertibkan

Reklame Ilegal Di Tertibkan  РGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyegel reklame tidak patuhi izin yg laku. Keseluruhan ada 60 reklame yg disegel.

Anies berbarengan Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengawali kesibukan penyegelan di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. pada Jumat (19/10/2018) pagi. Penyegelan dilaksanakan dengan menempatkan banner berwarna oranye dengan bertuliskan ‘Pelanggar Tentunya Ditindak, Junjung Jakarta Tertata Reklame’.

Pelanggaran-pelanggaran ini berjalan panjang. Buat Pemprov DKI ada nilai pajak yg besar. Di lain bagian kita ikut memerhatikan tata area, tata kelola pemerintahan. Penertiban di awali dengan pemasangan segel di Jalan Rasuna Said, ada 60 yg kelak akan dikasihkan segel serta kita kasih peringatan kembali terhadap pemilik reklame untuk turunkan bangunan reklamenya,” papar Anies di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel.

Anies beri teguran terhadap pemilik reklame untuk lekas turunkan bangunan reklame yg dapat dibuktikan melanggar. Apabila tak di turunkan, Pemprov DKI tak kan memberikan izin pemasangan reklame di Jakarta.

Kita memberi teguran kembali terhadap banyak pemilik reklame ini untuk turunkan bangunan-bangunan reklamenya, kalau tak di turunkan karena itu konsekuesinya izin untuk menempatkan reklame di Jakarta akan di stop untuk waktu khusus,” papar Anies.

“Saat ini tengah diputuskan peluang 6 bulan hingga sampai 1 tahun, mereka tak dapat menempatkan reklame di DKI Jakarta. Mengapa? Lantaran ini pelanggaran serta kita pingin menertibkan semua,” tegas Anies.

Syarif memberi tambahan KPK terlibat dalam penertiban ini lantaran ada kerja sama seperti Pemprov DKI dalam penambahan penghasilan daerah. Syarif menjelaskan, menurut kabar dari Anies, ada Rp 1 triliun penghasilan dari reklame pertahun di DKI.

“Barusan Pak Gubernur menjelaskan ada hampir Rp 1 triliun per tahun dari reklame saja di DKI Jakarta. Kami meyakini itu potensinya tambah besar, dibandingkan barusan Rp 964 miliar lebih, namun kalaupun ditertibkan akan semakin lebih banyak menghadirkan penghasilan,” ujar Syarif

Reklame yg melanggar ketentuan serta telah disegel mulai dicopot pada Jumat (19/10) malam. Pencopotan reklame itu dilaksanakan di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Reklame dicopot memanfaatkan alat berat crane.

Kasatpol PP Yani Wahyu menjelaskan penertiban reklame yg melanggar ketentuan itu akan dilaksanakan lewat cara kontinyu. Dia menuturkan di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selata keseluruhan ada 16 reklame yg akan ditertibkan.

“Ini hari di Rasuna Said sekitar 16 titik pemasangan sinyal pelanggaran seperti yg sudah pak gubernur seremonikan saat pagi ini hari. Besok kan ada 60 bermakna tinggal 44, besok 15, besoknya kembali 15 terakhir kalinya baru 14, kontinyu. Bekasnya yg 44 itu kan di 5 lokasi kota. Kelak, saya memohon kasatpol pp kota untuk menempatkan sinyal pelanggaran seperti yg saat ini,” jelas Yani

About admin