Home / ekonomi / Tarif Ojol Dibagi Sesuai Zone

Tarif Ojol Dibagi Sesuai Zone

Tarif Ojol Dibagi Sesuai Zone – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi melakukan survey berkaitan pemberlakuan tarif baru ojek berbasiskan daring (ojek online/ojol). Ketetapan tarif baru ojek online itu telah berlaku semenjak 1 Mei kemarin.

Budi menyebutkan survey dikerjakan pada 3.000 sampai 4.000 responden yang menyebar di lima kota, yaitu Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, serta Makassar. Hasil survey itu, kata Budi akan diulas dengan pihak berkaitan.

“Hasil dibanding quick count (survey) akan kita bicarakan dengan aplikator, asosiasi, pemakai. Agar ini ada titik yang pas diantara mereka,” kata Budi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (9/5).

Budi menerangkan penentuan tarif itu berdasar pada gugatan dari asosiasi ojek online di lokasi Jabodetabek yang minta kenaikan harga Rp3.000 per km.. Menurut dia, pihaknya juga memutuskan tarif sebesar Rp2.500 per km..

Budi mengatakan dalam tempo dekat pihaknya akan kembali berjumpa dengan perwakilan ojek online serta pemakai layanan angkutan berbasiskan aplikasi itu untuk mengulas aplikasi tarif baru itu.

“Jadi kami memang akan lakukan pertemuan2 dengan ojek online serta wakil pemakai,” katanya.

Awalnya, Kemenhub memutuskan batas atas serta batas bawah tarif ojol berdasar pada tiga zone semenjak 1 Mei kemarin.

Batas bawah tarif terendah diputuskan sebesar Rp1.850 per km, sedang batas atas tarif tertinggi diputuskan sebesar Rp2.600 per km.

Perincian pembagian tarif di paling rendah di ke-3 zone yaitu, tarif zone I (Sumatera, Bali, Jawa tidak hanya Jabodetabek) sebesar Rp1.850 per km, tarif zone II (Jabodetabek) Rp2.000 per km, serta zone III (Kalimantan, Sulawesi, Nusa tenggara, Maluku, serta Papua) Rp2.100 per km.

Selain itu, tarif batas atas diputuskan untuk zone III sebesar Rp2.600 per km, zone II Rp2.500 per km, serta zone I Rp2.300 per km

About penulis77